hidden cmr

Kamis, 20 November 2014

Filum Brachiopoda

KATA PENGANTAR

    Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Avertebrata Akuatik.
    Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
    Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang partai politik, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
    Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Negeri Jenderal Soedirman. Penulis sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen  pembimbing  saya  meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  saya  di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

   Purwokerto, 30 Mei 2014

   Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang
            Ditinjau dari asal katanya brachiopoda berasal dari bahasa Yunani brachios=tangan dan poda= kaki. Jadi hewan brachiopoda adalah hewan yang mempunyaiorgan yang berfungsi seperti tangan dan kaki.
 

                                                                                   

Hewan ini lazim disebut kerang lentera (lamp shell), hai ini karena bentuknya yang menyerupai bentuk lampu minyak pada zaman kerajaan Romawikuno. Di Indonesia, penduduk di sekitar Kepulauan Seribu menyebut hewan ini  ”Kerang Keco” atau “Kerang Kecuk” dari hasil  wawancara penduduk di sekitar daerah Muara Angke diperoleh informasi bahwa hewan ini umumnya tidak dikonsumsi sebagai makanan.
Sebanyak 30.000 spesies dari filum Brachiopoda hidup pada era Palaezoikum dan Mesozoikum. Fosil brachiopoda tersebar luas dan banyak terdapat dalam batuan dasar laut. Sekitar 335spesies hidup, semuanya hidup di laut, soliter dan biasanya menempel pada batuan atau pada benda padat lainnya (Brotowidjoyo, 2004.
Filum Brachiopoda dibagi menjadi 2 kelas atas dasar pertautan Kedua keping cangkang , yaitu Inarcitulata dan Articula.  Pada inarcitulata, bentuk dan ukuran kedua keping cangkang hanya dihubungkang dengan otot, Cangkang terdiri atas campuran fosfat dan kitin dan periosrakum terluar, sehingga dianggap lebih primitif karena sama dengan  tipe cangkang dari periode Cambrian.  Saluran pencernaan lengkap dan  mempunyai anus.  Pedicle pada lingua panjang dan rektraktil, bila diganggu maka hewan tersebut akan masuk kedalam lubang . kelas inarticulate terbagi dalam 2 ordo dengan 47 spesies (Suwignyo,dkk 2005).Pada Articulata, bentuk dan ukaran kedua keping cangkang tidak sama, kedua keping cangkang dihubungkan satu sama lain oleh otot dan engsel atau “hinge” pada bagian posterior , cangkang terdiri dari kalsium karbonat dalam bentuk kristal kalsit, dan terluar lapisan , periostrakum, permukaan ada kalanya  berhiaskan garis-garis konsetrik, menayebar bergerigi atau berduri, warna cangkang biasanya kuning kusam, kelabu, beberapa spesiesn berwarna jingga atau merah, saluran pencernaan tidak lengkap tidak mempunyai anus , pedicle pendek dan lentur sehingga hewan dapat bergerak kekiri-kanan atau memutar. Kelas Articulata terbagi dalam 3 ordo dengan 300 spesies (Radiopoetro 2002).          

Brachiopoda adalah hewan laut yang hidup di dalam setangkup cangkang terbuat dari zat kapur atau zat tanduk. Mereka biasa hidup menempel pada substrat dengan semen langsung atau dengan tangkai yang memanjang dari ujung cangkang. Hewan kecil yang halus dan bercangkang ini dinamakan “kerang lampu”. Mereka sering dikira kerang karena memiliki setangkup cangkang. Tetapi cangkang hewan ini menghadap dorso-ventral (atas-bawah), sedangkan cangkang kerang lateral (kiri-kanan) (Romimohtarto, 2001).
Karakteristik Brachiopoda
1.      Badannya memiliki lebih dari dua lapisan sel, jaringan dan organ.
2.      Badan memiliki bentuk U dengan usus atau tanpa usus.
3.      Sistem peredearan terbuka, dengan satu atau lebih hati.
4.      Tinggal di lingkungan laut.
5.      Tubuh tertutup oleh 2 cangkang, satu ke arah dorsal dan yang lainnya ke arah        ventral.
6.      Mempunyai satu atau sepasang metanefridia
7.      Hidup soliter sebagai organisme laut.

Morfologi dan Anatomi Brachiopoda
                Morfologi kerang lentera, terdiri dari kerangka keras dari bahan kapur seperti halnya kerang-kerangan. Kedudukan cangkang pada posisi menelungku (dorso-ventarl) dimana cangkang bagian bawah (ventral) pada permukaan lebih besardari bagian atas (dorsal). Kedudukan tersebut secara taksonomi membedakan hewan brachiopoda dengan kerang – kerang dari filum mollusca yang kedudukan cangkangnya pada umumnya pada posisi miring atau lateral.
  1. Kedudukan cangkang dorsal-ventral dimana bagian bawah (ventral) lebih besar,
  2. Biasanya melekat pada substrat dengan pedicel,
  3. Lophopor dilengkapi tentakel bersilia,
  4. Mempunyai nephridium,
  5. Bentuk tubuh pipih, panjang antara 0,2  – 3,0 mm,
  6. Cangkang berukuran 0,5 cm-8 cm, Sebagian besar hidup di laut, lumpur pantai,  soliter dan menempel pada subtrat. Umumnya BRACHIOPODA berwarna  abu-abu, merah, kuning dan transparan ,
  7. Usus berbentuk huruf U,
  8. Reproduksi sebagian besar dioecious, dan
  9. Hidup soliter sebagai organisme bentik di laut.









Description: G:\brachiopoda\brachdiag.jpg
 







Lingula unguis merupakan spesies yang termasuk pada filum ini yang marganya menjadi marga hewan tertua yang masih hidup. Ia memiliki cangkang dari zat tanduk yang terdiri dari dua tangkup, tetapi tidak berengsel. Kedua tangkup ini tidak seperti kerang yang terdiri dari tangkup kiri dan kanan, terdiri dari bagian atas dan bawah. Tidak seperti kerang yang nbukaannya ada di bawah, bukaan cangkang Lingula ada di depan. Bagian utama dari tubuhnya berisi veisera (veicera), yang terletak di separuh belakang dari cangkangnya. Sebuah ruang yang luas tertutup di antara kedua tangkup cangkang di depan tubuh adalah rongga mantel (mantle cavity), yang bagian dalamnya dilapisi oleh mantel, sebuah tutup dari dinding tubuh. Ke dalam rongga ini menjulur kedua lengan ulir dari dinding tubuh depan. Pada pinggiran seriap lengan terdapat dua baris tentakel yang dipenuhi oleh bulu getar (Romimohtarto, 2001).
                          KARAKTERISTIK TIAP KELAS

Kelas Articulata
Berikut adalah morfologi dan karakteristik dari Klas Articulata :
a. Cangkang dipertautkan oleh gigi dan socket yang diperkuat oleh otot.
b. Cangkang umunya tersusun oleh material karbonatan.
c. Tidak memiliki lubang anus.
d. Memiliki keanekaragaman jenis yang besar.
e. Banyak berfungsi sebagai fosil index.
f. Mulai muncul sejak Zaman Kapur hingga saat ini. Contoh:  Terebratula, Magellania.

 Kelas Inarticulata
Cangkang atas dan bawah (valve) tidak dihubungkan dengan otot dan terdapat socket dan gigi yang dihubungkan dengan selaput pengikat.
Berikut ini adalah ciri-ciri dari klas Inarticulata :
a. Tidak memiliki gigi pertautan (hinge teeth) dan garis pertautan (hinge line).
b. Pertautan kedua cangkangnya dilakukan oleh sistem otot, sehingga setelah mati cangkang akan terpisah.
c. Cangkang umunya berbentuk membeulat atau seperti lidah, tersusun oleh senyawa fosfat atau khitinan.
d. Mulai muncul sejak Jam an Cambrian awal hingga sekarang.
Kelas Artikulata
 1. Ordo Ortida (Kambrium- Permian)
Engsel panjang lebih kecil dari lebar cangkang umumnya     setengah lingkaran.
Pembukaan rahang bunga biasanya segitiga.
Catup cangkang dapat tertutup dengan sempurna.
Terbentuk pada zaman cambrian.


Umumnya memiliki sepasang cangkang sangat biconvex dan “straight hinge line”. Impunctate shell = tidak terdapat indikasi perforasi sama sekali.
Terdapat 2 suborder:
a. Orthacea (impunctate): Orthis dan Platystrophia (Ordovisium).
b. Dalmanellacea (punctate): Dalmanella (Ordovisium ~ Devonian).

2. Ordo Strophomenidina (Ordovicium-Jura)
Cangkang berukuran besar.
Bagian katupnya planoconvex atau concaconvex umunya cembung ganda.
Stuktur cangkang berupa batang tegak lurus, kalsit kecil pada permukaan cangkang.
Dibagi dalam tiga Sub Ordo yaitu:
1.Sub Ordo Strophomenidina
Cangkang berbentuk setengah lingkaran dan katup atau cangkang tipis.
Hinge line lurus, hiasan bersifat radial berupa costellae halus.
Cangkangnya pseudopunctate (cangkangnya tidak perforate/pori tetapi terdapat bentuk-bentuk kanal yang disebut taleolae),

Umumnya salah satu cangkangnya cekung (brachial valve) dan cangkang lainnya cembung dengan radial ribs

Genus:
Sowerbyella dan Rafinesquina.

Sub Ordo Chonetidina
Bentuk setengah lingkaran.
Memiliki duri di bagian belakang pedickel.

Sub Ordo Productidina
Memiliki bentuk concavo cembung dengan duri dibelakang pedickel.
Biasanya terdapat di dasar perairan berlumpur

3. Ordo: Pentamerida
Ordo Pentamerida ini juga merupakan turunan langsung dari Ordo Orthida dimana cangkangnya juga bersifat impunctate. Umumnya berukuran besar dan sangat biconvex, memiliki hinge-line yang pendek dan delthyrium yang terbuka. Kisaran umurnya adalah Ordovisium ~ Perm.

4. Ordo: Rhynchonellida
Genus ini memiliki cangkang impunctate (tidak memiliki perforasi) dan fibrous, spherical dan hinge line yang pendek. Umumnya dilengkapi dengan sulcus (lubang pembuangan) dan lipatan yang berbentuk paruh yang menonjol pada pedicle valve (rostrate).
Diperkirakan merupakan turunan dari Pentamerida sebagai nenek moyangnya (ancestor).
Pertamakali muncul pada Ordovisium Tengah dan mencapai puncak penyebarannya pada Mesozoikum.

5. Ordo: Spiriferida
Ordo Spiriferida ini adalah kelompok fosil Brachiopoda yang terbesar dan penting, dimana sebagian besar cangkangnya bersifat impunctate dan sebagian kecil bersifat punctuate. Memiliki radial ribbed atau cangkang yang terlipat (folded shell) dan bersifat “strongly biconvex”. Biasanya terdapat “interarea” yang mudah teramati (well developed interarea) pada pedicle valve, tetapi tidak terdapat pada brachial valve. Penyebaran vertical ordo ini adalah Ordovisium Tengah ~ Permian Atas, ada beberapa yang berhasil survive sampai Lias.

6. Ordo: Terebratulida
Secara umum cangkangnya bersifat punctate (terdapat kanal-kanal kecil yang menerus sampai permukaan cangkang), permukaan cangkang relatif licin (smooth), hinge line relatif pendek, foramen (lubang) berbentuk bundar pada bagian paruh. Diasumsikan merupakan turunan dari Kelompok Dalmanellacea (Ordo Orthida). Pemunculan pertama-nya diketahui sejak Silur Atas dan mencapai puncak perkembangannya pada Zaman Kapur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar